Koleksi Pribadi @diviacitaa

Nomaden atau pengembara, adalah berbagai komunitas masyarakat yang memilih hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain di padang pasir atau daerah bermusim dingin, daripada menetap di suatu tempat. Masyarakat yang berpindah-pindah tempat tetapi bukan di padang pasir atau daerah bermusim dingin, disebut sebagai kaum gipsi.

Itu yang di katakan oleh Wikipedia, yaps nomaden. Ya gak di bilang nomaden juga sih, perantau? Hmm bukan bukan..

Ngerasain namanya 'nomaden' sejak kecil? Berasa di sekolah berbeda setiap tahunnya. Dan mengulang setiap 'halo perkenalkan’ yang kemudian mengucapkan ‘sampai jumpa' di akhir hari.

Kegiatan yang mungkin menyenangkan saat kecil, tapi menjadi sedih ketika teringat…


Terkadang banyak hal yang tidak seharusnya aku kamu kita ketahui, namun berada di posisi “paham” adalah sebuah keharusan.

Kenapa paham dikatakan sebuah keharusan, karena bagiku meski kamu tidak mengetahui atau tidak dijinkan untuk mengetahui beberapa hal — paham adalah kondisi yang seharusnya. Paham sama halnya dengan mengerti (ya memang arti paham adalah mengerti, gimana sih thor). Karena saat kita paham atas suatu hal di kondisi diatas, secara tidak langsung dengan kita paham dan memiliki kepekaan disanalah kita sudah memberikan sebuah perhatian khusus kepada seseorang atau hal tersebut yang menjadi subjek utamanya.

Kenapa tidak, toh aku yakin kalian pasti paham apa…


59 hari 6 jam 0 menit 0 detik di 2021

Tidak banyak yang harus disesali, dan tidak sedikit yang harus di syukuri.
Yang setia menjadi pemandanganku untuk mengawali hari yaitu dinding kosong, kemudian berganti menjadi landscape awal pagi yang berkabut, lalu lalang pengguna jalan dan aktifitas nya. Kemudian aku mengeluh? awalnya, namun sekarang tidak.

seketika tersadar saja, banyak hal yang sudah di alami dan sudah banyak hal yang ku dapat tetapi tetap saja mengeluh, rasanya tertampar oleh kenyataan disekitarku dan masih banyak yang tak seberuntung aku.

bersyukur itu kuncinya.

lalu apa yang dirasa kurang saat semua sudah didapat, hanya merasa…


“aduh aku kayaknya belum ini, belum itu.. nanti gimana ya kalo A, B, C.. Nanti aku dikiranya apa ya..”

Pasti gak cuma 1 atau 2 diantara kita yang pernah ngerasain itu, aku yakin kita semua pernah ada di posisi seperti itu. Panik yang berlebih,parno, terlalu memikirkan apa kata orang lain, overthinking atas segala hal, atau bahkan kecemasan berlebih?

Memang tidak bisa di pungkiri, memikirkan penilaian orang lain itu yang pasti kita rasaksn pertama kali sebelum melakukan beberapa hal. Nama nya juga hidup di lingkungan sosial. “kalau gamau mikirin kata orang atau gak mau di nilai orang lain hidup aja di…


Pernah dengar : Kebahagiaan itu kita sendiri yang ciptain.

Kemudian, orang lain gak bisa buat kita bahagia? Nope, bukan seperti itu konsepnya. Ya memang kebahagiaan kita sendiri yang ciptain, karena pada dasarnya setiap orang punya standar kebahagiaannya masing masing. Dan setiap yang membuatku bahagia belum tentu membuat kalian bahagia juga kan?

Ada yang bahagia dengan duduk sendiri di taman dengan segelas kopi, ada yang bahagianya saat bisa duduk di sudut kafe dengan buku ditangannya menikmati me time dengan hati yang lapang; ada yang bahagianya jalan jalan keliling dunia; ada yang bahagianya duduk bersama keluarga lengkap dan saling bercerita berbalut kehangatan…


https://id.pinterest.com/

So, Hai akhirnya aku memutuskan untuk siap menjadi full time content creator. Memang sebuah keputusan besar dan berat, memilih untuk menjadi konten kreator ditengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Kemarin, awal bulan ini February 2021 telah genap 1 tahun Indonesia dan Covid-19 berteman. Happy Anniversary !! haha bercanda ya, ya akupun salah satu korban dari 1 Tahun bersama Covid-19. Seluruh rencana yang ku buat di awal tahun 2020 terkubur perlahan. Bukan tidak bisa direalisasikan, tetapi semakin banyak hal yang harus ku mulai hitung dan ukur “skala prioritas”-nya. Seperti deh contoh ya, kita semua pasti merencanakan untuk LIBURAN di 2020…


Ini Tentang Teman Minum Teh di Masa yang akan Datang dan Arti Kedewasaan bukan semata soal angka.

Menuju berganti nya hari, selalu ada impiku untuk terus bercerita. Berbagi kisah berbagi tentang apa yang ku lewati hari ini, apa yang kita lewati hari ini.

Bercerita mengenai pagi dan berbagi saat petang, tersenyum bersama kala matahari mulai tak nampak lagi.

Memang mungkin impiku ini belum dapat terwujud sampai di kisah matahari mulai nampak, dan kamu orang yang pertama ku lihat di pagi hari sebelum seluruh aktivitas dimulai dan berteman dengan waktu.

Ku yakin kamu mengerti apa yang sedang ku maksud disini,

“secangkir…


Gak semua hal bisa ditebak, bahkan yang terlihat sangat dekat dan mudah ditebak pun tak jauh dari kuasaNya yang telah dikemas sedemikian rupa.

Banyak hal yang selalu terlihat seperti mudah, namun sulit. Ya, sulit dijalani?

Keputusan yang telah kita ambil itulah yang harus kita jalani. Mau mundur? Percuma dan gak lagi ada artinya — Karena segala komitmen dan keputusan yang telah kita pilih dan itu yang harus kita selesaikan.

Hidup gak jauh dari kata berjuang, berjalan, dan hidup.
Mau hidup ya berjuang.
Mau berjuang ya jalan.
Tunjukkan dan lakukan.
Diam tak akan menyelesaikan apapun.

Seperti menulis, tak banyak hal terlihat…

Diviacitaa

Time Traveller | Content and Photo Creator | Foodie Enthusiast | #AM

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store